WEBINAR PRODI PPI: MERAWAT KARAKTER BANGSA DI ERA DIGITAL

Kamis (24/09/20) Prodi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel menggelar webinar bertajuk “Merawat Karakter Bangsa di Era Digital”. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dan satu keynote speaker yaitu Prof. Masdar Hilmy, MA., PhD. (Rektor UINSA). Narasumber pertama adalah putri dari Mantan Presiden RI Ke-4, KH. Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang lebi dikenal dengan Mbak Yenni (Komisaris Independen PT. Garuda Indonesia dan Direktur The Wahid Institute). Sedangkan narasumber kedua adalah dosen UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus mantan anggota HTI, Dr. Ainur Rafiq Al-Amien, M.Ag.

Dr. H. Kunawi M.Ag., selaku Dekan FUF dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber dan para peserta webinar yang turut bergabung. Bertugas memandu sesi webinar adalah Dr. Khoirul Yahya, M.Si, (Dosen PPI) yang dikenal sebagai sosok yang humoris. Dr. Ainur Rafiq Al-Amien, M.Ag. yang mendapatkan giliran pertama menyampaikan materi, menyebut bahwa tradisi santri yang sudah mengakar di pesantren dapat diandalkan sebagai benteng dari radikalisme bagi generasi bangsa. Pada bagian lain pemaparannya, Gus Ainur menyampaikan, “kita bisa paham tradisi manakala kita paham sejarah, jangan sampai kita lupakan sejarah. Sungguh naif kalau ada yang bilang pelajaran sejarah akan dihilangkan”. Beliau juga berpesan kepada masyarakat, khususnya para santri agar sadar dan paham dalam menjaga karakter di era digital seperti sekarang. Sebab menurut beliau, di sanalah (karakter) banyak masalah yang menghimpit kehidupan bernegara dan berbangsa.

Dilanjutkan oleh narasumber yang kedua, Ibu Zannuba Ariffah Chafsoh, beliau menjelaskan sangat gamblang tentang karakter bangsa menghadapi tantangan dan ancaman di era digital. Mulai dari pengalaman beliau dengan orang luar negeri, tentang kekagumannya terhadap keistimewaan bangsa Indonesia. Mbak Yenni juga menyampaikan bahwa Pancasila-lah yang selama ini menjadi perekat keanekaragaman bangsa Indonesia. Beliau juga berpesan agar generasi muda bangsa harus bisa memahami, merawat, serta menghayati kebudayaan bangsa sebagai nilai dasar yang akan menjadi pondasi  kebesaran bangsa Indonesia. 

Prof. Masdar Hilmy, MA, Ph.D, selaku keynote speaker dalam kegiatan webinar kali ini harus mendapatkan kesempatan terakhir memaparkan gagasan-gagasan beliau karena tidak bisa bergabung di awal acara sebab kepadatan agenda kegiatan beliau. Dalam paparan Prof. Masdar, beliau menekankan tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam merawat karakter bangsa di era digital ini: pertama, identifikasi karakter yang bernilai produktif bagi pengembangan Indonesia; kedua, pendidikan harus ditekankan pada aspek kognitif, aspek afektif dan keteladanan; dan ketiga, pemanfaatan platform media sosial sebagai basis pengembangan karakter bangsa.

Peserta yang ikut bergabung dalam webinar yang diselenggarakan Prodi PPI ini tidak hanya berasal dari lingkungan prodi saja, banyak dosen di lingkung FUF dan UINSA yang akut bergabung, bahkan beberapa peserta dari luar UINSA. Dalam clossing statement, M. Anas Fakhruddin, S.Th.I, M.Si, (Kaprodi Pemikiran Politik Islam) menyampaikan, “dalam profil mahasiswa Prodi PPI salah satu hal yang ingin dicapai adalah menjadi komunikator politik yang berhubungan langsung dengan tugas kebangsaan kita sebagai civitas akademika untuk menjelaskan dan mentransformasn ke masyarakat nilai-nilai mengenai merawat karakter bangsa di era digital ke masyarakat luas. Oleh karenanya, prodi sengaja pada webinar kali ini mengangkat topik tersebut.” (Syafiatul Umma/Mahasiswa PPI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *